Pages

Tuesday, October 20, 2015

Amarah Rajaiku

Amarah Rajaiku


Sekian lama aku biarkan; amarah menindas, menjajah mengekang, memenjarakan kuasai bathin otakku, hingga menghimpit mempersempit caraku berfikir

Alhasil: aku seperti katak dalam tempurung, disitulah yang kuanggap paling nyaman benar, tak peduli betapa indah dunia luar permadani keelokan alam luas terbentang

Aku hanya merasa; pun mungkin tiada lain tempat yang paling megah selain tempat pada diriku berada, buta netra pengliatan, tuli pendengaran

Amarah yang kupupuk; semai dengan keegoisan keangkuhan kesombongan membakar hangus keseluruh kesadaran wawasan, kinipun telah menjadi abu

Tak pernah terfikirkan olehku; dampak akibat yang kutau kumau, puaskah hasrat menggebu rasaku karena amarah rajai sekutui jiwaku


Rimba Singa Oct'20'15

Sunday, October 18, 2015

Lukisan Pagi

Lukisan Pagi


Sengat fajar bangunkan pagi
Menelisik pada poripori kulit bumi
Kembali menggilitik lapisanlapisan debu
Lalu menari-nari akan irama lenggang sang bayu

Embunpun perlahan mengangkasa
Menemani gumpalan awan diatas sana
Berbulir bening membasah
Mengurai kristalkristal tirta indah

Kupukupu mengecup mesra dedaun
Tupai berkejaran pada ranting dahan
Bersuka cita menyambut ceria
Awal pagi penuh gempita

Roda waktu masih berjalan
Berputar terasa tanpa beban
Alam semesta masih terjaga
Laksanakan amanah dariNya


Rimba Singa Oct'19'15



Friday, October 16, 2015

Jendela Hati

"Jendela Hati"

Ku kuak lebarlebar; agar lebih leluasa menghirup segar nya udara, meski tak terelakkan, halus debu berterbangan.

Kesegaran nya; senantiasa menyejukkan, menyegarkan, keseluruh sendi pun organorgan, agar supaya tubuh bernafas indah.

Jendela Hati; ketika pagi mendekati, sampaikan salam tentang keindahan, kelembutan pun kebaikan alam. Agar tiada tersia-siakan.

Teruskan langkah; sisasisa perjalanan. Berbesar hati, kesyukuran tiada henti. Atas segala karunia nikmat, pun segala apa yang telah Dia beri.

Jendela Hati; seribu satu rasa terpatri. Yakin tiada sesuatu yang lebih indah dari segala yang indah. Kala hati mampu mensyukuri nikmat karunia Illahi.


Rimba Singa 18-04-15 7:45 am

Pada Bunga Kubercengkrama

Pada Bunga Kubercengkrama


Bunga...
Aku tau kau tak berdaun telinga
Pula beranting dahan kelopak netra
Namun Bunga...
Ijinkan barang sejenak
Kuingin bercerita
Taukah kamu Bunga...
Saat kubaru lahir dari rahim ibunda
Aku begitu polos tentunya
Tak tau menau apa itu noda dosa nista
Tapi Bunga...
Ketika aku mulai merangkap
Berdiri berjalan tertatih berlari
Disitulah aku mulai mendaki
Menanjaki titian tebing jurang
Bahkan kubangan lumpur kenistaan
Semakin berkembang tumbuh tubuhku
Begitulah nodaku kian membengkak
Entah kapan ia nya
Akan muntahkan lahar anyir amis
Kotoran yang sekian lama terbendung
Didalam dasar lautan hati
Bunga...
Tentu aku tiada hak pun kuasa
Menolak takdirku
Yang harus aku jalani
Ketika perpaduan kasih Ayah-Bunda
Telah menjelma benih sukma
Sebagai diri aku
Pun telah tersuguhkan dua pilihan
Antara Putih dan Hitam
Cahaya terang pun kegelapan
Sebagaimana wujud bentukku sekarang
Puaskah cukupkah
Atau masih saja aku
Terperangkap dalam lingkaran
Perputaran waktu
Entahlah....

Rimba Singa Oct'16'15

Rimba Perjuangan

Rimba Perjuangan


Aku masih bergumul indah
Dengan semak belukar
Ranting duriduri tajam
Ganas bisa ular
Sorotan mata srigala
Auman sang raja rimba

Yang pun bisa kulakukan
Menjinakan menyatu padu
Bagian dari mereka
Menikmati setiap sentuhan
Cumbu pun rayu

Hingga aku mampu
Merasakan klimak puncak nikmat
Melahirkan sebuah kenyamanan
Dalam liang ganas merangas
Didihnya bara lahar
Rimba perjuangan

Rimba Singa Sept'20'15


Rindu Yang Pernah Kutitipkan Padamu

Rindu Yang Pernah Kutitipkan Padamu

Apakah masih seperti dulu...
Rasa pun getaran yang pernah ada
Tetap bersemayam dalam dada
Senada seirama alam semesta


Ataukah semakin mekar bersemi...
Seiring hangat peluk mentari
Bermekaran harum mewangi
Sepanjang titian hari

Pun mungkin surut termakan waktu
Terbang keawan bak debu
Hilang tanpa jejak
Tiada lagi rindu menghentak

Rindu yang pernah kutitipkan padamu
Adakah kesempatan tuk berpadu
Lepaskan segala rasa rindu
Antara engkau dan aku


Rimba Singa Oct'01'15

Ingin Kulukis Cinta

Ingin Kulukis Cinta


Tak mengapa bila usia telah renta; pun takkan kumalu mengakui nya, bahwasannya aku pegagum pemuja cinta meski kutak pernah tau apa sesungguh pun bentuk cinta pada hakekatnya

Ingin kulukiskan ia nya; diatap dinding ruang halaman qalbuku, agar setiap waktu kala kuterbangun dari lelapku ia mampu menyuguhkan satu kenikmatan, tuk mengawali hariku

Mengiringi setiap langkah; hela aliran degup getar detak nadiku, menghiasi mimpi angan harapanharapan yang masih setia tersisa menemani

Jua bila daya ingatanku mulai memunah; pun tak tau jalan pulang, mungkin sedikit ada celah menelusup sinar cahaya petunjuk arah mata angin tuk bawaku pada tempat dimana seharusnya kurebahkan jasad terakhirku

Ingin kulukiskan cinta; pada setangkai bunga kamboja, harum mewangi dalam pundipundi lorong hati, penghias batu nisan bersama aroma doadoa pada Sang Pencipta alam semesta

Rimba Singa Oct'16'15

Thursday, October 15, 2015

Cemburu

Cemburu


Aku cemburu...
Pada ilalang
Yang tak pernah merasa lelah
Pun pada paritparit pesawahan

Geliat manja cacing
Gelak tawa katak
Desah hasrat cobra...

Akupun bertanya...
Apakah yang mereka rasa
Pun mungkin fikirkan
Sejatinya diri mereka

Atau...
Mereka tak peduli
Pun tak perlu tanyakan
Fikirkan lagi mengapa

Aaahhh...
Aku masih tetap sama
Cemburu pada mereka

Rimba Singa Oct'15'15


Malam Pembungkus Segala Rasa

Malam Pembungkus Segala Rasa

Adalah...
Waktu melentur mengendorkan
Segala otot sendi pada diri
Pun penat fikiran
Akan segala beban siang hari

Kala lelah...
Tak mampu terbendung lagi
Bebas lepaskan
Letakkan semua
Maka malam telah siap menyambutnya

Persiapkan diri...
Untuk keesokan hari
Memulai tuangkan tinta
Pada lembaran baru
Kehidupan yang tersisa
Pun waktu masih terjaga

Rimba Singa 22'08'15