Amarah Rajaiku
Sekian lama aku biarkan; amarah menindas, menjajah mengekang, memenjarakan kuasai bathin otakku, hingga menghimpit mempersempit caraku berfikir
Alhasil: aku seperti katak dalam tempurung, disitulah yang kuanggap paling nyaman benar, tak peduli betapa indah dunia luar permadani keelokan alam luas terbentang
Aku hanya merasa; pun mungkin tiada lain tempat yang paling megah selain tempat pada diriku berada, buta netra pengliatan, tuli pendengaran
Amarah yang kupupuk; semai dengan keegoisan keangkuhan kesombongan membakar hangus keseluruh kesadaran wawasan, kinipun telah menjadi abu
Tak pernah terfikirkan olehku; dampak akibat yang kutau kumau, puaskah hasrat menggebu rasaku karena amarah rajai sekutui jiwaku
Rimba Singa Oct'20'15
No comments:
Post a Comment