"Jendela Hati"
Ku kuak lebarlebar; agar lebih leluasa menghirup segar nya udara, meski tak terelakkan, halus debu berterbangan.
Kesegaran nya; senantiasa menyejukkan, menyegarkan, keseluruh sendi pun organorgan, agar supaya tubuh bernafas indah.
Jendela Hati; ketika pagi mendekati, sampaikan salam tentang keindahan, kelembutan pun kebaikan alam. Agar tiada tersia-siakan.
Teruskan langkah; sisasisa perjalanan. Berbesar hati, kesyukuran tiada henti. Atas segala karunia nikmat, pun segala apa yang telah Dia beri.
Jendela Hati; seribu satu rasa terpatri. Yakin tiada sesuatu yang lebih indah dari segala yang indah. Kala hati mampu mensyukuri nikmat karunia Illahi.
Rimba Singa 18-04-15 7:45 am
"Aku masih belajar pada Alam; tiada membenci pun menyakiti. Pula tiada ingkar janji"
Friday, October 16, 2015
Pada Bunga Kubercengkrama
Pada Bunga Kubercengkrama
Bunga...
Aku tau kau tak berdaun telinga
Pula beranting dahan kelopak netra
Namun Bunga...
Ijinkan barang sejenak
Kuingin bercerita
Taukah kamu Bunga...
Saat kubaru lahir dari rahim ibunda
Aku begitu polos tentunya
Tak tau menau apa itu noda dosa nista
Tapi Bunga...
Ketika aku mulai merangkap
Berdiri berjalan tertatih berlari
Disitulah aku mulai mendaki
Menanjaki titian tebing jurang
Bahkan kubangan lumpur kenistaan
Semakin berkembang tumbuh tubuhku
Begitulah nodaku kian membengkak
Entah kapan ia nya
Akan muntahkan lahar anyir amis
Kotoran yang sekian lama terbendung
Didalam dasar lautan hati
Bunga...
Tentu aku tiada hak pun kuasa
Menolak takdirku
Yang harus aku jalani
Ketika perpaduan kasih Ayah-Bunda
Telah menjelma benih sukma
Sebagai diri aku
Pun telah tersuguhkan dua pilihan
Antara Putih dan Hitam
Cahaya terang pun kegelapan
Sebagaimana wujud bentukku sekarang
Puaskah cukupkah
Atau masih saja aku
Terperangkap dalam lingkaran
Perputaran waktu
Entahlah....
Rimba Singa Oct'16'15
Bunga...
Aku tau kau tak berdaun telinga
Pula beranting dahan kelopak netra
Namun Bunga...
Ijinkan barang sejenak
Kuingin bercerita
Taukah kamu Bunga...
Saat kubaru lahir dari rahim ibunda
Aku begitu polos tentunya
Tak tau menau apa itu noda dosa nista
Tapi Bunga...
Ketika aku mulai merangkap
Berdiri berjalan tertatih berlari
Disitulah aku mulai mendaki
Menanjaki titian tebing jurang
Bahkan kubangan lumpur kenistaan
Semakin berkembang tumbuh tubuhku
Begitulah nodaku kian membengkak
Entah kapan ia nya
Akan muntahkan lahar anyir amis
Kotoran yang sekian lama terbendung
Didalam dasar lautan hati
Bunga...
Tentu aku tiada hak pun kuasa
Menolak takdirku
Yang harus aku jalani
Ketika perpaduan kasih Ayah-Bunda
Telah menjelma benih sukma
Sebagai diri aku
Pun telah tersuguhkan dua pilihan
Antara Putih dan Hitam
Cahaya terang pun kegelapan
Sebagaimana wujud bentukku sekarang
Puaskah cukupkah
Atau masih saja aku
Terperangkap dalam lingkaran
Perputaran waktu
Entahlah....
Rimba Singa Oct'16'15
Rimba Perjuangan
Rimba Perjuangan
Aku masih bergumul indah
Dengan semak belukar
Ranting duriduri tajam
Ganas bisa ular
Sorotan mata srigala
Auman sang raja rimba
Yang pun bisa kulakukan
Menjinakan menyatu padu
Bagian dari mereka
Menikmati setiap sentuhan
Cumbu pun rayu
Hingga aku mampu
Merasakan klimak puncak nikmat
Melahirkan sebuah kenyamanan
Dalam liang ganas merangas
Didihnya bara lahar
Rimba perjuangan
Rimba Singa Sept'20'15
Aku masih bergumul indah
Dengan semak belukar
Ranting duriduri tajam
Ganas bisa ular
Sorotan mata srigala
Auman sang raja rimba
Yang pun bisa kulakukan
Menjinakan menyatu padu
Bagian dari mereka
Menikmati setiap sentuhan
Cumbu pun rayu
Hingga aku mampu
Merasakan klimak puncak nikmat
Melahirkan sebuah kenyamanan
Dalam liang ganas merangas
Didihnya bara lahar
Rimba perjuangan
Rimba Singa Sept'20'15
Rindu Yang Pernah Kutitipkan Padamu
Rindu Yang Pernah Kutitipkan Padamu
Apakah masih seperti dulu...
Rasa pun getaran yang pernah ada
Tetap bersemayam dalam dada
Senada seirama alam semesta
Ataukah semakin mekar bersemi...
Seiring hangat peluk mentari
Bermekaran harum mewangi
Sepanjang titian hari
Pun mungkin surut termakan waktu
Terbang keawan bak debu
Hilang tanpa jejak
Tiada lagi rindu menghentak
Rindu yang pernah kutitipkan padamu
Adakah kesempatan tuk berpadu
Lepaskan segala rasa rindu
Antara engkau dan aku
Rimba Singa Oct'01'15
Apakah masih seperti dulu...
Rasa pun getaran yang pernah ada
Tetap bersemayam dalam dada
Senada seirama alam semesta
Ataukah semakin mekar bersemi...
Seiring hangat peluk mentari
Bermekaran harum mewangi
Sepanjang titian hari
Pun mungkin surut termakan waktu
Terbang keawan bak debu
Hilang tanpa jejak
Tiada lagi rindu menghentak
Rindu yang pernah kutitipkan padamu
Adakah kesempatan tuk berpadu
Lepaskan segala rasa rindu
Antara engkau dan aku
Rimba Singa Oct'01'15
Ingin Kulukis Cinta
Ingin Kulukis Cinta
Tak mengapa bila usia telah renta; pun takkan kumalu mengakui nya, bahwasannya aku pegagum pemuja cinta meski kutak pernah tau apa sesungguh pun bentuk cinta pada hakekatnya
Ingin kulukiskan ia nya; diatap dinding ruang halaman qalbuku, agar setiap waktu kala kuterbangun dari lelapku ia mampu menyuguhkan satu kenikmatan, tuk mengawali hariku
Mengiringi setiap langkah; hela aliran degup getar detak nadiku, menghiasi mimpi angan harapanharapan yang masih setia tersisa menemani
Jua bila daya ingatanku mulai memunah; pun tak tau jalan pulang, mungkin sedikit ada celah menelusup sinar cahaya petunjuk arah mata angin tuk bawaku pada tempat dimana seharusnya kurebahkan jasad terakhirku
Ingin kulukiskan cinta; pada setangkai bunga kamboja, harum mewangi dalam pundipundi lorong hati, penghias batu nisan bersama aroma doadoa pada Sang Pencipta alam semesta
Rimba Singa Oct'16'15
Tak mengapa bila usia telah renta; pun takkan kumalu mengakui nya, bahwasannya aku pegagum pemuja cinta meski kutak pernah tau apa sesungguh pun bentuk cinta pada hakekatnya
Ingin kulukiskan ia nya; diatap dinding ruang halaman qalbuku, agar setiap waktu kala kuterbangun dari lelapku ia mampu menyuguhkan satu kenikmatan, tuk mengawali hariku
Mengiringi setiap langkah; hela aliran degup getar detak nadiku, menghiasi mimpi angan harapanharapan yang masih setia tersisa menemani
Jua bila daya ingatanku mulai memunah; pun tak tau jalan pulang, mungkin sedikit ada celah menelusup sinar cahaya petunjuk arah mata angin tuk bawaku pada tempat dimana seharusnya kurebahkan jasad terakhirku
Ingin kulukiskan cinta; pada setangkai bunga kamboja, harum mewangi dalam pundipundi lorong hati, penghias batu nisan bersama aroma doadoa pada Sang Pencipta alam semesta
Rimba Singa Oct'16'15
Subscribe to:
Posts (Atom)