Pada Bunga Kubercengkrama
Bunga...
Aku tau kau tak berdaun telinga
Pula beranting dahan kelopak netra
Namun Bunga...
Ijinkan barang sejenak
Kuingin bercerita
Taukah kamu Bunga...
Saat kubaru lahir dari rahim ibunda
Aku begitu polos tentunya
Tak tau menau apa itu noda dosa nista
Tapi Bunga...
Ketika aku mulai merangkap
Berdiri berjalan tertatih berlari
Disitulah aku mulai mendaki
Menanjaki titian tebing jurang
Bahkan kubangan lumpur kenistaan
Semakin berkembang tumbuh tubuhku
Begitulah nodaku kian membengkak
Entah kapan ia nya
Akan muntahkan lahar anyir amis
Kotoran yang sekian lama terbendung
Didalam dasar lautan hati
Bunga...
Tentu aku tiada hak pun kuasa
Menolak takdirku
Yang harus aku jalani
Ketika perpaduan kasih Ayah-Bunda
Telah menjelma benih sukma
Sebagai diri aku
Pun telah tersuguhkan dua pilihan
Antara Putih dan Hitam
Cahaya terang pun kegelapan
Sebagaimana wujud bentukku sekarang
Puaskah cukupkah
Atau masih saja aku
Terperangkap dalam lingkaran
Perputaran waktu
Entahlah....
Rimba Singa Oct'16'15
No comments:
Post a Comment